Implementasi Teori Double Movement Fazlur Rahman terhadap Bagian Ahli Waris Nonmuslim
Abstract
Wujud kontribusi intelektual telah diberikan oleh Fazlur Rahman berupa teori double movement yang bertujuan untuk memberikan penafsiran al-Qur’an melalui jalan egalitarianisme sosio historis masa lampau dan masa sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tafsir QS Al Baqarah ayat 180 sebagai dasar putusan No. 2554/Pdt.G/2011/PA JS tentang kewajiban wasiat terhadap ahli waris nonmuslim. Kemudian bagaimana teori double movement Fazlur Rahman menjawab persoalan waris nonmuslim. Penelitian ini menggunakan library research, menggabungkan studi putusan dan studi pemikiran tokoh. Hasil penelitian menunjukkan Ulama berbeda pendapat QS. Al Baqarah ayat 180 muhakkamah atau sudah dinaskh. Ibnu Abbas, Qatadah dan juga Hasan menyebutkan bahwa ayat ini dinaskh. Sebagian ulama al-Qur’an mengklaim bahwa wasiat untuk orang tua dan sanak kerabat dihapuskan dengan ayat waris. Sehingga hukum dari wasiat tidak wajib, tetapi menjadi sukarela. Jumhur Ulama sepakat bahwa pemberian harta melalui wasiat tidak boleh lebih dari 1/3 hartanya. Berdasarkan teori double movement Fazlur Rahman, gerakan pertama, kondisi sosio historis masyarakat Arab saat ayat turun, kental dengan hubungan kekerabatan dan peperangan. Sehingga ada kewajiban berwasiat kepada saudara. Kemudian melalui gerakan kedua, hasil dari generalisasi wasiat kepada kerabat memberikan akibat hukum pada putusan yang diberikan dinilai sah. Karena tidak menjadikan tergugat sebagai ahli waris dan hanya mendapat 1/9 harta pewaris.
Kata Kunci: Double Movement, Wasiat Wajibah, ahli waris Nonmuslim
References
Abdurrahman. Kompilasi Hukum Islam Indonesia. Jakarta: Akademia Pressindo, 2015.
Al-Qardhawi, Yusuf. Fatwa-Fatwa Kontemporer, terj. Suri Sudahri, et.al. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2009.
Al-Qurthubi. Tafsir al-Qurthubi. terj. Fathurrahman dan Ahmad Hotib. Jakarta: Pustaka Azzam, 2007.
Ath-Thabari, Abu Ja’far Muhammad bin Jarir. Tafsir ath Thabari, terj. Ahsan Askan. Jakarta: Pustaka Azzam, 2008.
Azhari, Nita, et.al, “Penerapan Teori Double Movement Fazlur Rahman terhadap Pembagian Waris Islam dalam Konteks Kekinian”, Al Furqan, 2 (5) (September, 2023), 232 – 243. https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/515
Budiarti. “Studi Metode Ijtihad Double Movement Fazlur Rahman terhadap Pembaruan Hukum Islam”. Zawiyah. 3. Juli 2017, 15-30. https://doi.org/10.31332/zjpi.v3i1.707.
Fatwa MUI No. 5/MUNAS VII/MUI/9/2005.
Habiburrahman, Rekonstruksi Hukum Kewarisan Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana, 2011.
Hadiyatullah, Muhammad Haikal. “Pembagian Harta Peninggalan Bagi Ahli Waris Beda Agama di Dukuh Purbo Desa Jolotigo Kecamatan Talun Kabupaten Pekalongan dalam Perspektif Teori Double Movement Fazlur Rahman”. (Thesis, IAIN Pekalongan, 2018).
Hanum, Zulfia dan Ali Syahr, “ Wasiat Wajibah sebagai Wujud Penyelesaian Perkara Waris Beda Agama dalam Perkembangan Sosial Masyarakat”, Holistik. 1. 2016. 110-130.
Haryono, Eko et. Al. “New Paradigm Metode Penelitian Kepustakaan (Library Research) di Perguruan Tinggi”, Annuur, 1. (14). 2024, 1 – 9. https://ejournal.iaiamc.ac.id/index.php/annuur/article/view/391
Hasanah, Nur . Metode Penelitian Kepustakaan: Konsep, Teori dan Desain Penelitian. Malang: Literasi Nusantara Abadi, 2023.
Lubis, Mayang Sari. Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Deepublish, 2018.
Mughniyah, Muhammad Jawad. Fiqih Lima Madzhab. terj. Masykur, et.al. Jakarta: Lentera, 2008.
Mustaqim, Abdul. Epistemologi Tafsir Kontemporer. Yogyakarta: Lkis, 2012.
Nasrullah, Achmad Muzamil Alfan. Hukum Kewarisan Islam: Teori dan Praktik. Lampung: Nafal Publishing, 2024.
Putusan Pengadilan Agama Jakarta Selatan Nomor. 2554 Tahun 2011 tentang Bagian Ahli Waris Non Muslim, Jakarta: Direktori Putusan Mahkamah Agung, 2012.
Shaleh, Ahmad Syukri. Metodologi Tafsir Al-Qur’an Kontemporer dalam Pandangan Fazlur Rahman. Jambi: Sulthan Thaha Press, 2007.
Sri Hidayati, “Ketentuan Wasiat Wajibah di Pelbagai Negara Muslim Kontemporer”, Ahkam. 12. Januari, 2012, 50-96. DOI:10.15408/ajis.v12i1.982
Supena, Ilyas “Epistemologi Hukum Islam dalam Pandangan Hermeneutik Fazlur Rahman”. Asy- Syir’ah. 2. 2008, 237-266. https://doi.org/10.14421/ajish.v42i2.110
Syafi’i. Tafsir Ayat-Ayat Hukum Imam Syafi’i. terj. Beni Hamzah dan Sholihhin. Jakarta: Pustaka Azzam, 2011.
Syauqi Muhammad Labib. “Hermeneutika Double Movement Fazlur Rahman Dan Signifikansinya Terhadap Penafsiran Kontekstual Al-Qur’an”. Rausyan Fikr, 2 . Desember, 2022, 189 – 215. https://doi.org/10.24239/rsy.v18i2.977
Usman, Suparman dan Yusuf Somawinata. Fiqh Mawaris: Hukum Kewarisan Islam. Jakarta: Gaya Media Pratama, 1997.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.